Monday, September 30, 2013

Berputar di Hongdae, Pusat Gejolak Anak Muda


“So, Sohyun, you have an older sister. What is her occupation?” tanyaku.
“Emm.. she is a kindergarten teacher,” kata Sohyun sambil tersenyum.
Rany langsung memandangku dengan tatapan aneh.
“Xen, kamu udah nanya pertanyaan itu lho pas ketemu Sohyun pertama kali.” Dan entah harus ditaruh mana muka ini.

                  Hari indah dan cerah lainnya di Seoul. Hari ini kami rencanakan menghabiskan waktu bersama Sohyun. Setelah mengganti-ganti jadwal, kami temukan waktu pas untuk hang out bareng Sohyun, teman Korea kenalan kami, ya hari keempat ini. Seoul yang cerah tampaknya mendukung suasana hati kami yang juga cerah. Kami janji bertemu Sohyun di Hongdae exit 9 pukul 11.00 siang. Maksud hati sekalian makan siang bersama. Sohyun memang berjanji membawa aku dan Rany mengitari Hongdae. Ia ingin mengenalkan tempat-tempat terkenal di Hongdae dan tempat nongkrong anak-anak muda di Hongdae. Sekali lagi mungkin bagi yang belum mengerti, Hongdae adalah singkatan dari Hongik Daehakyo dimana bahasa Indonesianya adalah Universitas Hongik. Daerah ini memang terkenal dengan youth spiritnya.
                  Aku dan Rany dapat mencapai Hongdae exit 9 dengan cukup mudah karena kami hanya perlu berjalan dari exit 2 lalu mencari tempat keluar exit 9. Di exit 9 ini pula tempatnya Universitas Hongik berada. Kami duduk di sebuah tempat duduk karena hingga pukul 11.00 lewat, kami belum melihat batang hidung Sohyun. Parahnya, kami juga tidak bisa mengontak dirinya karena tidak ada wifi yang bisa tersambung dengan blackberry kami. Orang banyak sudah lalu lalang, matahari pun mulai meninggi. Kenapa Sohyun tidak sampai-sampai ya? Apa kita yang salah tempat janjian? Oh ya, selama kami menunggu, kami juga melihat pegawai MBC, salah satu stasiun televisi di Korea Selatan yang melakukan demo. Mereka membawa beberapa spanduk besar dan meminta bantuan masyarakat yang lewat untuk menandatangani semacam petisi. Dengar-dengar kasusnya sih karena bos mereka membawa kabur sejumlah uang. Mungkin karena itu pula beberapa waktu lalu variety show Korea besutan MBC sempat berhenti proses produksinya seperti We Got Married (WGM).
                  Ketika khawatir kami terus bertambah, tiba-tiba seorang gadis dari kejauhan menghampiri kami. Ternyata benar Sohyun! Kami sangat lega karena bisa bertemu dengannya lagi. Sohyun juga berterimakasih karena keluarganya senang dengan oleh-oleh yang kami bawa dari Surabaya. Setelah berbasa basi sebentar, dimulailah petualangan kami bertiga mengitari area Hongdae. Sohyun selaku tour guide menjelaskan beberapa hal tentang dirinya, teman-temannya, serta kampusnya. Kami masuk ke salah satu bangunan dimana restoran tempat kami makan siang ternyata berada di lantai 2 dan lantai satunya adalah butik baju. Sohyun menambahkan, “I often go to this restaurant, either with my friends or with my boyfriend.” Siang itu, kami menikmati naengmyeon untuk makan siang kami di restoran Yukssam Naengmyeon. Naengmyeon sendiri adalah mie dingin khas Korea Selatan. Setiap orang mendapat satu porsi besar mangkok berisi mie dengan kuah dinginnya. Ada beberapa es batu kecil di dalam kuah dimana es tersebut membantu menyegarkan rasa naengmyeon itu sendiri. Sebelum menikmati naengmyeon, kita harus menggunting-gunting dulu mienya karena sangat susah untuk menyantap mienya dengan sumpit bila masih menggumpal. Namun, hal ini tampaknya menjadi opsi karena bisa saja kita langsung memakannya tanpa mengguntingnya.
“Sohyun, why they don’t give us spoon?” aku bertanya.
“Because we have to lift up the bowl to drink the soup,” katanya sambil tersenyum.
                  Awalnya sih terasa aneh karena di Indonesia, biasanya kita selalu menggunakan sendok untuk makan makanan yang berkuah, Tapi kali ini, kita harus meminumnya langsung dari mangkok. Kami menikmati naengmyeon yang ternyata super lezat itu. Sejak menikmati Yukssam Naengmyeon dan pulang dari Korea Selatan, Rany tampaknya ketagihan makan naengmyeon. Satu hal lagi, air mineral di Korea Selatan, rata-rata memang semuanya gratis. Kita semua dapat mengambil sendiri gelas yang telah disediakan dan mengambil air mineral sepuasnya (andai saja hal yang sama berlaku di Indonesia, tapi sepertinya tidak mungkin, setiap orang pasti akan membawa galon air mineral kemana-mana). Saat mau membayar, Sohyun melarang kami mengeluarkan dompet. Ternyata ia memang berencana untuk membelikan kami makan siang. Kami merasa sungkan dan berusaha tetap membayar, tapi Sohyun tetap bersikeras untuk membayar makan siang kami. Aku dan Rany merasa ini berkat dari Tuhan untuk menghemat, jadi ya kami berterima kasih kepada Sohyun karena sudah membelikan kami makan siang yang lezat. Aku lupa berapa tepatnya harga seporsi naengmyeon, tapi kalau tidak salah harganya 5,000 won (Rp 42.500,00) untuk satu porsinya.
                  Setelah perut puas, hati super senang (karena ditraktir makan), semangat kembali penuh untuk mengitari Hongdae. Kami berputar, terus jalan, belok kanan, belok kiri, naik dan turun jalan curam, melewati banyak toko-toko yang menjual berbagai macam barang khas remaja. Di Hongdae banyak sekali terdapat butik yang menjual pakaian dan aksesoris. Selain itu, banyak sekali klub malam di daerah sini karena anak muda Korea Selatan sebagian besar senang berpesta saat malam. Klubnya pun bermacam-macam tergantung musik yang disukai oleh masing-masing pribadi. Saat kami berputar-putar, kami juga menemukan salah satu spot yang sangat familiar buat aku dan Rany. Kebetulan kami berdua penggemar Running Man dan taman bermain di Hongdae yang kami temukan ini ternyata memang menjadi salah satu spot permainan. Sohyun menjelaskan, memang taman bermain ini banyak digunakan untuk lokasi syuting. Bahkan saat kami datang ke sanapun sedang ada syuting dari KBS. ENtah syuting drama atau video klip, tapi kami hanya dapat melihat dari jauh. Mungkin bagi pecinta Running Man pasti tahu bila melihat kembali episode 59 edisi Hip Hop Special. Di taman bermain Hongdae lah mereka menyelesaikan misi pertama mereka.
                  Puas mengabadikan beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di depan sebuah gerbang besar yang menurut kami cukup megah. Sohyun lalu berkata, “So, this is my university.” Ah, ternyata ini adalah gerbang Hongik University. Kami kagum karena berbeda sekali dengan universitas tempat kami merajut pendidikan. Bukannya menjelek-jelekkan, namun Universitas Hongik menurut kami bersih dan sangat nyaman untuk menjadi tempat belajar. Kami berkata pada Sohyun, “Our university is lot smaller than your university.” dan Sohyun hanya bisa berkata “Ah, really?” Di depan sudah berdiri gerbang besar dan untuk mencapai gedung-gedungnya, kami harus berjalan sekitar dua menit. Kebetulan hari itu masih libur sehingga tidak banyak mahasiswa yang datang ke kampus (sayang sekali kami tidak bisa cuci mata dengan puas). Di hari itu pula terdapat pameran seni di Universitas Hongik dan Sohyun mengajak kami untuk melihat-lihat. Pamerannya terletak di Hongik Museum of Art. Dosen di sana membuat sejumlah patung yang bertemakan manusia. Banyak sekali patung manusia berwarna warni bertebaran di sana sini. Sohyun juga menjelaskan beberapa gedung dimana tiap jurusan berada. Pacarnya juga berkuliah di Universitas Hongik, hanya saja pacar Sohyun mengambil jurusan hukum dan Sohyun sendiri mengambil jurusan Inggris.
                  Waktu terus berputar seakan tidak mau beristirahat sejenak. Kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Hongdae dan berhenti di sebuah kafe bernama dal.komm. Kafe ini menjadi spot terakhir pemberhentian kami serta tempat perpisahan kami dengan Sohyun. Ia akan pergi bersama pacarnya setelah ini. Setelah kami memesan minuman, kami naik ke atas (kafe ini memiliki dua lantai) dan diberikan sebuah alat berbentuk segi enam. Bila alat ini bergetar dan lampu merah berkedip-kedip, tandanya pesanan kami sudah siap dan kami harus mengambil pesanan itu (sangat berbeda dengan Indonesia dimana petugas kafe akan meneriakkan nama kita). Tidak lama kemudian pacar Sohyun datang dan tentu kami tidak akan melewatkan hal paling penting, BERFOTO. Sohyun meminta tolong pacarnya (yang namanya kami tidak ingat) untuk mengambil foto kami bertiga. Setelah berfoto dan mengucapkan sampai jumpa, tinggallah aku dan Rany berdua. Kami benar-benar bersyukur bertemu dengan teman sebaik Sohyun. Ia ramah dan mau berusaha untuk Kami tahu perjalanan kami masih berlanjut dan tentunya akan semakin serukarena kami akan mengunjungi Gwanghwamun dan Dongdaemun!


Penulis meminta maaf atas update penulisan yang begitu lama. Meski perjalanan ini sudah dilakukan setahun yang lalu, namun kenangan manisnya masih terus terasa. Penulis terus berusaha untuk menceritakan pengalaman menarik di Seoul ini. Ikuti terus perjalanan kami berdua di Gwanghwamun dan berbelanja di Dongdaemun untuk menutup hari keempat di Korea Selatan. See you guys soon!



By: @xenwoo

No comments:

Post a Comment