Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Monday, September 30, 2013

Berputar di Hongdae, Pusat Gejolak Anak Muda


“So, Sohyun, you have an older sister. What is her occupation?” tanyaku.
“Emm.. she is a kindergarten teacher,” kata Sohyun sambil tersenyum.
Rany langsung memandangku dengan tatapan aneh.
“Xen, kamu udah nanya pertanyaan itu lho pas ketemu Sohyun pertama kali.” Dan entah harus ditaruh mana muka ini.

                  Hari indah dan cerah lainnya di Seoul. Hari ini kami rencanakan menghabiskan waktu bersama Sohyun. Setelah mengganti-ganti jadwal, kami temukan waktu pas untuk hang out bareng Sohyun, teman Korea kenalan kami, ya hari keempat ini. Seoul yang cerah tampaknya mendukung suasana hati kami yang juga cerah. Kami janji bertemu Sohyun di Hongdae exit 9 pukul 11.00 siang. Maksud hati sekalian makan siang bersama. Sohyun memang berjanji membawa aku dan Rany mengitari Hongdae. Ia ingin mengenalkan tempat-tempat terkenal di Hongdae dan tempat nongkrong anak-anak muda di Hongdae. Sekali lagi mungkin bagi yang belum mengerti, Hongdae adalah singkatan dari Hongik Daehakyo dimana bahasa Indonesianya adalah Universitas Hongik. Daerah ini memang terkenal dengan youth spiritnya.
                  Aku dan Rany dapat mencapai Hongdae exit 9 dengan cukup mudah karena kami hanya perlu berjalan dari exit 2 lalu mencari tempat keluar exit 9. Di exit 9 ini pula tempatnya Universitas Hongik berada. Kami duduk di sebuah tempat duduk karena hingga pukul 11.00 lewat, kami belum melihat batang hidung Sohyun. Parahnya, kami juga tidak bisa mengontak dirinya karena tidak ada wifi yang bisa tersambung dengan blackberry kami. Orang banyak sudah lalu lalang, matahari pun mulai meninggi. Kenapa Sohyun tidak sampai-sampai ya? Apa kita yang salah tempat janjian? Oh ya, selama kami menunggu, kami juga melihat pegawai MBC, salah satu stasiun televisi di Korea Selatan yang melakukan demo. Mereka membawa beberapa spanduk besar dan meminta bantuan masyarakat yang lewat untuk menandatangani semacam petisi. Dengar-dengar kasusnya sih karena bos mereka membawa kabur sejumlah uang. Mungkin karena itu pula beberapa waktu lalu variety show Korea besutan MBC sempat berhenti proses produksinya seperti We Got Married (WGM).
                  Ketika khawatir kami terus bertambah, tiba-tiba seorang gadis dari kejauhan menghampiri kami. Ternyata benar Sohyun! Kami sangat lega karena bisa bertemu dengannya lagi. Sohyun juga berterimakasih karena keluarganya senang dengan oleh-oleh yang kami bawa dari Surabaya. Setelah berbasa basi sebentar, dimulailah petualangan kami bertiga mengitari area Hongdae. Sohyun selaku tour guide menjelaskan beberapa hal tentang dirinya, teman-temannya, serta kampusnya. Kami masuk ke salah satu bangunan dimana restoran tempat kami makan siang ternyata berada di lantai 2 dan lantai satunya adalah butik baju. Sohyun menambahkan, “I often go to this restaurant, either with my friends or with my boyfriend.” Siang itu, kami menikmati naengmyeon untuk makan siang kami di restoran Yukssam Naengmyeon. Naengmyeon sendiri adalah mie dingin khas Korea Selatan. Setiap orang mendapat satu porsi besar mangkok berisi mie dengan kuah dinginnya. Ada beberapa es batu kecil di dalam kuah dimana es tersebut membantu menyegarkan rasa naengmyeon itu sendiri. Sebelum menikmati naengmyeon, kita harus menggunting-gunting dulu mienya karena sangat susah untuk menyantap mienya dengan sumpit bila masih menggumpal. Namun, hal ini tampaknya menjadi opsi karena bisa saja kita langsung memakannya tanpa mengguntingnya.
“Sohyun, why they don’t give us spoon?” aku bertanya.
“Because we have to lift up the bowl to drink the soup,” katanya sambil tersenyum.
                  Awalnya sih terasa aneh karena di Indonesia, biasanya kita selalu menggunakan sendok untuk makan makanan yang berkuah, Tapi kali ini, kita harus meminumnya langsung dari mangkok. Kami menikmati naengmyeon yang ternyata super lezat itu. Sejak menikmati Yukssam Naengmyeon dan pulang dari Korea Selatan, Rany tampaknya ketagihan makan naengmyeon. Satu hal lagi, air mineral di Korea Selatan, rata-rata memang semuanya gratis. Kita semua dapat mengambil sendiri gelas yang telah disediakan dan mengambil air mineral sepuasnya (andai saja hal yang sama berlaku di Indonesia, tapi sepertinya tidak mungkin, setiap orang pasti akan membawa galon air mineral kemana-mana). Saat mau membayar, Sohyun melarang kami mengeluarkan dompet. Ternyata ia memang berencana untuk membelikan kami makan siang. Kami merasa sungkan dan berusaha tetap membayar, tapi Sohyun tetap bersikeras untuk membayar makan siang kami. Aku dan Rany merasa ini berkat dari Tuhan untuk menghemat, jadi ya kami berterima kasih kepada Sohyun karena sudah membelikan kami makan siang yang lezat. Aku lupa berapa tepatnya harga seporsi naengmyeon, tapi kalau tidak salah harganya 5,000 won (Rp 42.500,00) untuk satu porsinya.
                  Setelah perut puas, hati super senang (karena ditraktir makan), semangat kembali penuh untuk mengitari Hongdae. Kami berputar, terus jalan, belok kanan, belok kiri, naik dan turun jalan curam, melewati banyak toko-toko yang menjual berbagai macam barang khas remaja. Di Hongdae banyak sekali terdapat butik yang menjual pakaian dan aksesoris. Selain itu, banyak sekali klub malam di daerah sini karena anak muda Korea Selatan sebagian besar senang berpesta saat malam. Klubnya pun bermacam-macam tergantung musik yang disukai oleh masing-masing pribadi. Saat kami berputar-putar, kami juga menemukan salah satu spot yang sangat familiar buat aku dan Rany. Kebetulan kami berdua penggemar Running Man dan taman bermain di Hongdae yang kami temukan ini ternyata memang menjadi salah satu spot permainan. Sohyun menjelaskan, memang taman bermain ini banyak digunakan untuk lokasi syuting. Bahkan saat kami datang ke sanapun sedang ada syuting dari KBS. ENtah syuting drama atau video klip, tapi kami hanya dapat melihat dari jauh. Mungkin bagi pecinta Running Man pasti tahu bila melihat kembali episode 59 edisi Hip Hop Special. Di taman bermain Hongdae lah mereka menyelesaikan misi pertama mereka.
                  Puas mengabadikan beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di depan sebuah gerbang besar yang menurut kami cukup megah. Sohyun lalu berkata, “So, this is my university.” Ah, ternyata ini adalah gerbang Hongik University. Kami kagum karena berbeda sekali dengan universitas tempat kami merajut pendidikan. Bukannya menjelek-jelekkan, namun Universitas Hongik menurut kami bersih dan sangat nyaman untuk menjadi tempat belajar. Kami berkata pada Sohyun, “Our university is lot smaller than your university.” dan Sohyun hanya bisa berkata “Ah, really?” Di depan sudah berdiri gerbang besar dan untuk mencapai gedung-gedungnya, kami harus berjalan sekitar dua menit. Kebetulan hari itu masih libur sehingga tidak banyak mahasiswa yang datang ke kampus (sayang sekali kami tidak bisa cuci mata dengan puas). Di hari itu pula terdapat pameran seni di Universitas Hongik dan Sohyun mengajak kami untuk melihat-lihat. Pamerannya terletak di Hongik Museum of Art. Dosen di sana membuat sejumlah patung yang bertemakan manusia. Banyak sekali patung manusia berwarna warni bertebaran di sana sini. Sohyun juga menjelaskan beberapa gedung dimana tiap jurusan berada. Pacarnya juga berkuliah di Universitas Hongik, hanya saja pacar Sohyun mengambil jurusan hukum dan Sohyun sendiri mengambil jurusan Inggris.
                  Waktu terus berputar seakan tidak mau beristirahat sejenak. Kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Hongdae dan berhenti di sebuah kafe bernama dal.komm. Kafe ini menjadi spot terakhir pemberhentian kami serta tempat perpisahan kami dengan Sohyun. Ia akan pergi bersama pacarnya setelah ini. Setelah kami memesan minuman, kami naik ke atas (kafe ini memiliki dua lantai) dan diberikan sebuah alat berbentuk segi enam. Bila alat ini bergetar dan lampu merah berkedip-kedip, tandanya pesanan kami sudah siap dan kami harus mengambil pesanan itu (sangat berbeda dengan Indonesia dimana petugas kafe akan meneriakkan nama kita). Tidak lama kemudian pacar Sohyun datang dan tentu kami tidak akan melewatkan hal paling penting, BERFOTO. Sohyun meminta tolong pacarnya (yang namanya kami tidak ingat) untuk mengambil foto kami bertiga. Setelah berfoto dan mengucapkan sampai jumpa, tinggallah aku dan Rany berdua. Kami benar-benar bersyukur bertemu dengan teman sebaik Sohyun. Ia ramah dan mau berusaha untuk Kami tahu perjalanan kami masih berlanjut dan tentunya akan semakin serukarena kami akan mengunjungi Gwanghwamun dan Dongdaemun!


Penulis meminta maaf atas update penulisan yang begitu lama. Meski perjalanan ini sudah dilakukan setahun yang lalu, namun kenangan manisnya masih terus terasa. Penulis terus berusaha untuk menceritakan pengalaman menarik di Seoul ini. Ikuti terus perjalanan kami berdua di Gwanghwamun dan berbelanja di Dongdaemun untuk menutup hari keempat di Korea Selatan. See you guys soon!



By: @xenwoo

Thursday, December 20, 2012

Panik di Hongdae setelah Puas Mencicipi Surga Bermain "Lotte World"


“In every real man a child is hidden that wants to play.” Friedrich Nietzsche

                  



               Seperti ungkapan dari seorang filsuf Jerman di atas, Friedrich Nietzche, di dalam diri setiap manusia pun pasti terdapat sisi anak-anak yang ingin bermain. Tidak dipungkiri setiap kita pasti masih memiliki keinginan untuk kembali ke masa kecil, dimana kita bisa bermain memuaskan hati kita. Bermain memang dapat menyegarkan kembali otak dan diri kita setelah pekerjaan yang penat. Itulah gunanya liburan. Itulah gunanya aku dan Rany memutuskan pergi ke Lotte World.



                  Lotte World adalah salah satu amusement park atau taman bermain yang terkenal di Korea Selatan. Sohyun, teman Korea kami juga pernah memberi tahu bahwa ada 3 taman bermain yang terkenal di Korea Selatan, yang pertama adalah Everland dimana taman bermain ini terletak di Yongin-si, Gyeonggi-do. Taman bermain kedua adalah Seoulland yang berlokasi di Gwacheon-si, Gyeonggi-do. Kami belum pernah menginjakkan kaki ke sini, namun suatu hari kalau bisa berkunjung kembali ke Korea Selatan, tentu saja aku dan Rany ingin sekali pergi menjelajah ke sana. Taman bermain yang ketiga adalah Lotte World yang berada di Songpa-gu, Seoul. Bisa diakses langsung dari Seoul Subway stasiun Jamsil exit 4.

                  Lotte World sendiri terbagi menjadi 2 area, ada area permainan indoor dan permainan outdoor. Kalo buat aku pribadi, tentu permainan outdoor lebih seru dan menyenangkan. Kebanyakan permainan indoor banyak ditujukan untuk anak-anak, sedangkan untuk remaja dan dewasa lebih banyak di outdoor. Bukan berarti di area indoor tidak ada permainan untuk orang dewasa dan begitu pula sebaiknya, tapi permainan untuk remaja dan dewasa menurut aku pribadi lebih banyak terletak di area outdoor. Aku dan Rany untungnya tidak menemukan kesulitan untuk membeli tiket, ditambah sekarang (tampaknya hampir di seluruh tempat di Korea), petugas atau penjual dapat mengaplikasikan tiga bahasa sekaligus, bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang. FYI, kami mendapat kupon diskon dari Young, pemilik Seoulwise Guesthouse, dimana kami tinggal, sebesar 5,000 won. Seharusnya untuk bermain seharian, kami harus membayar sebesar 40,000 won (Rp 340.000,00) tapi karena ada kupos diskon, kami cukup membayar sebesar 35,000 won (Rp 297.500,00). Maka itu, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk berbincang sesaat dengan pemilik guesthouse.

                  Ketika kami menginjakkan kaki di Lotte World, aku merasa ini memang impian yang menjadi kenyataan. Sebelum berangkat, aku dan Rany sering sekali melihat foto-foto di internet, selalu bermimpi kapan bisa ke tempat ini. Tuhan memang sangat baik, pada tanggal 20 Juni 2012, aku bersyukur bisa menginjakkan kakiku di Lotte World. Persis seperti yang ada di gambar, indah, menawan, menarik hati. Warna biru yang dominan menghiasi taman bermain, udara sejuk, sinar matahari yang masuk, orang-orang yang bermain ice skating. Saat itu masih lumayan pagi sehingga orang yang ada di sana tidak terlalu banyak. Kami yang telah melewati 17 stops dari Hongik University (kalau tidak salah ingat) tentu semakin bersemangat menghabiskan waktu di sini. So, here we go! 


        

                  Aku memulai dengan mencoba permainan bernama Giant Loop. Permainan ini berada dekat di pintu masuk dan aku tertarik ketika melihatnya. Karena Rany tidak suka naik permainan yang ‘aneh-aneh’, jadi aku terpaksa naik wahana ini sendirian. Permainan ini sebenarnya seperti roller coaster kecil, hanya saja penumpang akan berputar-putar 3600 beberapa kali. Jujur saja, kelihatannya menarik, namun ternyata setelah partisipasi langsung, tidak hanya observasi, ternyata permainan ini tidak semenarik yang aku harapkan (sorry). Oh ya, dua pelajaran berharga yang aku dapatkan di sana, tidak ada orang yang berusaha menyerobot, sepanjang apapun antriannya, dan yang kedua, petugas selalu mengecek keadaan mesin setiap satu sesi permainan berakhir. Mungkin hal ini memakan waktu lebih namun, safety comes first.



                  Setelah (aku) selesai mencoba bermain Giant Loop, kami baru sadar belum memiliki peta dan bingung mau memulai dari mana. Jadi, kami mencari peta lalu memutuskan untuk berkeliling di wahan indoor dulu baru melanjutkan di outdoor. Tentu saja setiap menemukan spot cantik, kami tidak lupa berfoto manis untuk dijadikan kenang-kenangan. 




Di dalam Lotte World, tentu saja banyak stan makanan dan minuman di setiap sudut. Dan salah satu stan berhasil menggoda kami, kami mencoba makanan semacam gorengan yang dapat diberi bumbu. Namanya sudah kami lupakan, namun rasa masih terkenang dalam hati. Aku memesan semacam gorengan seperti bakso yang di dalamnya terdapat tteokpokkinya. Menurutku enak, namun, yang dibeli Rany tampaknya lebih lezat. Kami mengeluarkan uang sebesar 2,000 won untuk setiap tusuknya. Kami menghabiskan dengan cepat karena kami harus mengantri untuk French Rollercoaster!


indoor area Lotte World

                  Sebelum berangkat (lagi-lagi), aku sudah mengecek permainan ini di Lotte World, ditambah roller coaster ini juga menjadi bintang saat Running Man episode 9, berkunjung ke Lotte World. “Roller coaster ini pasti seru,” pikirku waktu itu. Dan memang wajib rasanya untuk mencoba wahana ini bila mengunjungi Lotte World. Kami cukup kaget ketika sedang antri untuk naik wahana ini karena ada sepasang kekasih yang kissing di depan umum saat mengantri. Tampaknya budaya di sana memang sudah banyak berubah. Setelah naik wahana ini, ternyata andrenalin kami semakin terpacu untuk menejelajahi wahana lainnya.

                  Tiba saatnya berpetualang di area outdoor, tetapi sebelum menaiki wahana lainnya, churros panjang seharga 3,000 won lagi-lagi berhasil mencuri hati. Akhirnya kami membeli churros itu dan makan bersama. Churrosnya lumayan panjang, jadi karena takut kenyang di saat makan siang, kami memutuskan untuk makan separoan saja. Setelah selesai, kami mencoba permainan yang kami lupakan namanya karena menorehkan pengalaman pahit. Wahana ini berbentuk seperti pohon dan ada banyak kursi seperti ayunan. Persis seperti permainan di Dufan, tapi ini lebih bagus dan menarik (maaf Dufan). Saat berputar pertama-tama masih tidak ada masalah, namun semakin lama, kepala semakin pusing dan menjadi mual. Setelah turun dari wahana itu, aku langsung mencari toilet karena rasanya ingin muntah. Untung saja tidak jadi muntah dan setelah diam sejenak, semangat kembali pulih.

                  Ternyata hari sudah siang dan memang saatnya kami untuk menyantap makan siang. Aku dan Rany memilih makan di restoran Korea. Kami memesan satu menu pork rice bowl. Lumayan kenyang dan tenaga kami kembali terisi. Ini saatnya petualangan dilanjutkan. Salah satu wahana yang menjadi favorit adalah Atlantis Adventure. Dimana kami mengendarai semacam kereta (seperti di roller coaster) dan diajak berkeliling seperti memasuki dunia Atlantis. Bagi yang pernah naik wahana Niagara di Dufan, wahana ini mirip seperti Niagara, namun di wahana ini ada sabuk pengamannya dan lebih seru. sayang, terasa begitu cepat memang kalau wahananya mengasikkan.

                  Mungkin karena terlalu asik berjalan, Rany tidak menyadari bahwa kakinya kesakitan. Setelah benar-benar sakit, Rany menyadari dia seharusnya tidak menggunakan sepatu. Ini akibat perjalanan kami ke Myeongdong dan Namsan kemarin. Kuku kelingking kaki Rany memang terluka dan seharusnya dia tidak menggunakan sepatu. Terpaksa, kami kesana kemari mencari gerai yang menjual sandal. Untungnya kami menemukan di area indoor dan Rany mencoba beberapa sandal. Walau harganya lumayan mahal, namun demi menyelamatkan kaki dan sisa hari kami di Lotte World, Rany membeli sandal berwarna putih tersebut. Memang betul-betul sandal penyelamat karena sandalnya terlihat pas dan begitu nyaman membawa Rany mengitari Lotte World.

                  Kami melanjutkan dengan naik Bungee Drop, dan tentu saja tidak ketinggalan aku mencoba Gyro Drop (lagi-lagi Rany tidak mau ikut karena terlihat seram). One word : AWESOME! Jika kalian naik wahan ini, kalian akan dibawa setinggi 70 meter dan dapat melihat pemandangan indah di sekitar Lotte World. Belum selesai menikmati, kalian akan dilepas dengan kecepatan 100 km/jam. Setelah sampai di daratan, telapak kakiku langusng nyeri semua. Meski jantung serasa ikut tertarik ke bawah, tapi aku pengen banget naik wahana ini sekali lagi.



                  Setelah dirasa puas mengelilingi Lotte World, kami tidak akan melewatkan yang satu ini, Lotte World Star Avenue! Di sini terdapat kostum, CD, tanda tangan, tayangan iklan atau konser atau acara, serta properti yang pernah digunakan oleh sang artis. Waktu aku dan Rany ke sana sih kami melihat pajangan Rain, 2PM, Song Seung Heon, jang Geun Suk, Kim Hyun Joong, Choi Ji Woo, Hyun Bin, serta yang under construction (prediksi kami) itu punyanya SUPER JUNIOR! Sayang banget ya? Nah, di dalam Lotte World Star Avenue itu ada lagi area dimana kita bisa main kuis, foto bareng artis dengan teknologi semacam green screen, dan lain-lain. Memang lebih lengkap di dalam sana, namun kalian harus merogoh kocek sebesar 10,000 won. Aku sama Rany memutuskan untuk tidak mengeluarkan uang di sana karena menurut kami sudah cukup melihat-lihat di area luarnya saja.






                  Saatnya pulang dan beristirahat! Perjalanan terasa panjang dan lama karena kami pulang saat rush hour. Orang-orang pulang kerja dan subway menjadi penuh. Akhirnya meski kaki sudah lelah, kami harus tetap berdiri terus karena kereta tidak pernah sepi. Hati lega perasaan gembira ketika sudah mencapai kamar kami. Setelah istirahat sebentar dan mandi, kami melanjutkan perjalanan menuju Hongdae. Malam itu kami mengitari Hongdae sisi lain dan mencoba sebuah makanan ‘aneh’. Dari dulu aku memang selalu ingin mencoba makanan ini, lebih-lebih karena penasaran. Aku mengungkapkan hal ini pada Rany.

“Ran, coba makan soondae yuk!”

“Hah? Apa itu Xen? Makanan yang mana dan isinya apa aja?”

“Hmm.. itu dari usus babi, diisi mie semacam soun gitu, mirip bihun, sama darah babi.”

“……. kamu serius?”

krik…krik…krik…



                  Sayang kan kalau ngga mencoba makanan aneh waktu di Korea Selatan? Akhirnya, Rany mau juga mencoba makanan ‘aneh’ itu. Kalau Rany sekali makan langung ngga mau nambah lagi, beda sama aku. Memang terasa aneh di gigitan pertama, tapi entah mengapa lama-lama terasa lumayan gurih dan enak. Waktu itu kita makan soondae sama semacam garam gitu warna oranye muda. Tidak ketinggalan kita juga mencicipi Odeng (fish cake) serta minum sup dari gelas. Kami menikmati ini sambil berdiri di pinggir jalan karena namanya saja Korean Street Snack, yang jualan kayaknya pasangan suami istri Ahjumma dan Ahjussi. Saat itu perut baik-baik saja dan masih bisa dimasukkan makanan lain.

                  Kami melanjutkan perjalanan dan menemukan restoran daging yang menawan hati. Restoran itu tampak cukup ramai dan hampir penuh. Kami memutuskan makan di sana dan ternyata oh ternyata! Beberapa artis ternama pernah makan di sana. Sadarnya sih pas mau keluar karena kelihatan tanda tangan yang dilaminating dan dipajang di dinding. Member Big Bang dan 2NE1 ternyata pernah makan pula di sana. Memang, enak banget dagingnya dan side dishnya menurut kami cukup banyak. Masing-masing dari kami membayar 13,000 won (Rp 110.500,00) untuk makan malam hari itu.



                  Saat keluar dari restoran itu dan mau mengitari Hongdae exit 9, tiba-tiba perut sakit dan mulai terasa mulesnya. Waktu mau menyeberang, aku sudah mengutarakan hal ini sama Rany dan dia agak was-was. Tapi aku bilang, aku baik-baik saja. Nanti aja bisa ditahan sampai guesthouse. Ternyata oh ternyata sekali lagi, kata-kata yang keluar, otak, dan perut tidak sinkron. Sampai di exit 9, perut mulai bergejolak tanda tak mampu menahan. Aku mulai panik, Rany walau kelihatan tenang mulai ikutan panik. Masalahnya kita ngga tahu bisa menemukan toilet dimana. Masalah kedua, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam KST dimana toko-toko sudah mulai berhenti beroperasi.

                  Akhirnya kita coba masuk ke Dunkin Donuts dan ternyata toilet sudah tutup. Pilihan lain, Burger King, karena biasanya di gerai makanan cepat saji ada toiletnya. Rany memesan es krim seharga 500 won dan aku langsung naik mencari toilet. Memang ada toiletnya, tapi sama seperti Dunkin Donuts, toilet tutup jam 10 malam. Akhirnya aku harus turun kembali dan mencari toilet lainnya. Panik. Perut sakit. Pusing. Keringat bercucuran. Hampir putus asa, kami berlari ke seorang petugas dan menanyakan toilet. Ternyata ada toilet di sebuah gedung yang dapat digunakan! Puji Tuhan!  Akhirnya aku bisa menunaikan ‘tuntutan perut’ dan pulang dengan perut enteng.

“Kamu sih, makan soondae kebanyakan. Udah tahu aneh begitu, jadi diare kan?”

Dan aku cuma bisa tertawa. Setidaknya, kejadian mencari toilet saat diare di Korea Selatan dapat menjadi kenangan indah. Lebih baik mencoba daripada tidak mencoba sama sekali kan? Kami menutup hari itu dengan berjalan santai kembali ke guesthouse. Kami tutup hari itu dengan doa dan tidur nyenyak sebelum petualangan seru lainnya di keesokan hari.

 

 

nantikan kisah lanjutan perjalanan kami di hari keempat, berkeliling Hongdae bersama Sohyun, dan mencapai Gwanghwamun serta Dongdaemun. Perjalanan kami belum berakhir!





By: @xenwoo

Sunday, November 18, 2012

Europe for Summer Break


Greetings everyone! Just recently got back from a vacation to Europe for Summer break. Finally one of my dream is fulfilled!! The whole trip overall was tiring and was too long. It was a two-weeks trip, starting from Rome all the way to Paris by bus.


The first stop was Rome - Italy, and it was freaking boiling hot! I was sweating and since it's so humid, my skin got really oily and greasy I feel so... yuck. Italy was just okay. It's not the typical country I would spend years living in. But I'm in love with their coffee, gelato and pasta! Remember this:
Coffee in Italy is never going to be bad coffee, even in just street mini stops. I can just drink coffee all day because it IS that good! 
Gelato, I adore desserts, especially when there is pistachio or hazelnut contained in it. I buy gelato every single day whenever I see one little ice cream shops, and ordered pistachio and hazelnut flavor rightaway. I was worried I gain weight but, duh, you don't get to go to Italy every month or so right, so it's okay! *selfcomfort*

We visited the famous Pisa and Venice the next day. Venice is romantic, but since we went there on a hot summer day, I didn't get the romance feeling at all. Maybe it will be a different story if you are there with your lover, perhaps? ;)  Our last stop in Italy was Milan, the fashion city. I was so excited because I have always been curious about visiting Milan, the home of famous fashion designers. 


Venice.


Next stop is Switzerland. The trip from Milan to Lake Como and Zurich was full of beautiful green landscape. I loved New Zealand and I used to think that it has the best landscape so far before I see Switzerland. The next day, we went to Mt. Titlis, which is about 10,000 feet above the sea level, by the cable car. 

the cable car at Lake Como

one of Switzerland's view

Mount Titlis, Switzerland


Germany was our next destination. I love German beer and pork knuckle! Got to try one pork knuckle at a restaurant but it doesn't taste THAT good. I know a restaurant which sells one better in Asia so I was rather a tiny bit disappointed. A little secret I'm spilling, German guys are HOT. I mean, DAMN HOT. Hitler surely was obsessed with one great thing: tall, blonde and blue-eyed creatures. Ooh yeah! :P

Our last stop was...
Paris, the view from the Eiffel Tower


Paris was our last destination. I'm sure that visiting Paris is on top of the list of many of us! I got to give a shot practicing my French that I haven't had used for a while; maybe I’m being a little sensitive but I think my French kinda suck that French people replies me in English most of the time. *sadface*
But I won’t let that ruin my trip: three days in Paris is not enough, I'm telling you. Three days to spend in Champ Elyssés, St. Honore and those shopping spots (not forgetting the food), was not enough. I swear I freaked out when I saw the infamous La Durée and Pierre Hérme macarons shops and literally wanted to order every single flavor, because I’m a dessert-freak like that. Summer in Paris is so far the best of this trip so, but the autumn wind started to leave us feeling a little bit too chill, and I was caught dressed not warm enough for a couple times.


Overall, I enjoyed the trip, but the first time visiting Europe or somewhere that you haven’t gone yet can be tricky, but I’m sure that it would bring you so much more knowledge when you visit for the second time. In my case, I’d definitely revisit Paris for ten more times minimum? J



By: @nateeyy