Showing posts with label sherlyn. Show all posts
Showing posts with label sherlyn. Show all posts

Thursday, November 22, 2012

Logically in Love.


Kata orang, “Cinta itu buta”. Tapi saya lebih suka “Jangan buta karena cinta”.

Banyak orang yang sepertinya logikanya mati kalo lagi pas jatuh cinta. Nggak bisa disalahin  juga sih. Saya juga pernah ngalamin yang kayak gitu. Tapi coba deh dipikir lagi. Apa bisa kita matikan logika kita saat kita sedang jatuh cinta? Sedangkan otak dan hati selalu bekerja dengan cara yang saling bertolak belakang.
Kalo untuk usia masa-masa remaja yang masih tergolong teenager, mungkin yang namanya perasaan bakal lebih dominan daripada logika. Biasanya mereka ngalamin yang namanya cinta monyet. Maunya kemana-mana cinta-cintaan. Dunia milik berdua, yang lain ngontrak.
Nah, kalo udah mulai masuk dunia yang penghuninya diisi dengan manusia umur 20 tahunan ke atas, biasanya logika yang mulai bekerja lebih dominan. Entah itu cewek atau cowok. Mereka yang usia 20 tahunan ke atas, biasanya sudah mulai memikirkan masa depan. Mulai dari pekerjaan, penghasilan, sampai dunia rumah tangga.
Tapi sebagai manusia yang cara kerja otak dan hatinya berlainan, nggak semua juga bisa dipukul sama rata. Ada juga yang umur 20 tahunan tapi masih suka main perasaan aja tanpa logika. Jadi kalo pas lagi jatuh cinta suka nggak mikirin pekerjaan calonnya, yang penting cinta.

Well, mari kita langsung ke inti cerita.
Untuk kalian semua, terutama kaum hawa yang umur 20 ke atas, misal umur 22 dan seterusnya, dan sudah masuk ke dunia kerja, pernah terpikir nggak, kalo kelak pingin dapet pasangan yang pekerjaannya jelas, penghasilan jelas, dan terjamin?
Pernah kan?
Itu yang namanya logika.
Saya nggak mau mengesampingkan faktor keimanan seorang laki-laki atau seberapa porsi sayangnya yang bisa diberikan untuk si cewek. Tetap saja 2 hal itu juga nggak kalah penting. Atau mungkin juga dari sisi kecocokan sifat satu sama lain. Tapi bukankah kepastian masa depan juga diperlukan oleh seorang perempuan yang mau melepas masa lajang? Bukankah biasa perempuan juga berpikir bahwa kelak dia dan anaknya layak untuk mendapatkan kehidupan yang terjamin?
Nggak sedikit juga orang yang berpikir bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya. Well, I’m not naïve. Saya hanya berusaha bersikap realisitis di tengah kehidupan yang penuh dengan permainan ini. Tidak perlu menetapkan kriteria materi setinggi langit untuk menempuh masa depan. Cukup kepastian pekerjaan, sebagai bentuk tanggung jawab untuk menghidupi anak, istri, dan diri sendiri. Itu saja.

Tapi pendapat tiap orang berbeda. Kalo Anda termasuk perempuan yang punya pandangan berbeda dengan saya, it’s ok. Yah, mungkin saya termasuk the only exception. Hahaa..
Sekali lagi, materi bukan segalanya. Tapi logika juga perlu dimainkan saat kita sedang jatuh cinta. Karena kita para cewek, selalu layak mendapatkan yang terbaik. Lagipula,
cinta, tanpa adanya logika komitmen, mau dibawa kemana?


By: @sherlynfs

Sunday, October 14, 2012

Ketika KeCAKEPan (Bukan) Segalanya



Mungkin masih banyak di antara kita yang sering dirundung minder gara-gara wajah kita pas-pasan atau nggak secakep yang lain. Bahkan, setiap orang pasti pernah ngalami hal yang serupa. Dasarnya sifat manusia yang nggak pernah puas, pasti ngerasanya ada aja yang kurang sama fisiknya.
Bagi kalian semua para makhluk yang ngerasa wajah adalah segalanya, sudah saatnya kini untuk mengubah perspektif. Kalo orang jaman dulu mungkin masih ngelihat bahwa tampang itu nomor 1, sekarang sudah saatnya masalah yang serupa ditaruh di urutan kesekian.

Cakep memang bukan segalanya. Tapi bukan berarti pula penampilan itu nggak penting. Sebab, bagaimanapun juga, first impression talks much. Nah, bagi kalian yang memang udah nyadar kalo wajahnya sejak dilahirkan udah pas-pasan, ada faktor-faktor lain yang juga bisa membantu kadar daya tarik kalian.

So, bagi kalian yang tampangnya pas-pasan, nggak usah berkecil hati. Tunjukkan sisi lain kelebihan kalian yang patut ditonjolkan, sehingga membuat orang lain menjadi tertarik untuk mendekat. B-)
First, unik. Unik bukan berarti aneh atau nyeleneh. Unik berarti punya ciri khas tersendiri dibanding dengan yang lain. Banyak orang yang sering salah mengartikan kata ‘unik. Padahal unik itu berarti menjadi diri sendiri tanpa harus meniru orang lain. Ingat! Nobody can be you as good as you did. 
Tuhan memang tidak pernah menciptakan kita untuk menjadi sama seperti yang lain. Jadi berhenti untuk berpikir kenapa kita tidak sama seperti yang lain. Just be yourself!

Second, jadilah pribadi yang menyenangkan. Wajah boleh saja pas-pasan atau bahkan jelek. Tapi pribadi yang menyenangkan jauh lebih penting. Banyak orang yang dianugerahi Tuhan wajah cakep, tapi pribadinya aneh, antik, dan nggak bisa bersosialisasi. Bisa dibayangin tuh orang pasti jadi pribadi yang super-boring and annoying. Sebaliknya, meskipun wajah pas-pasan, tapi kalo pribadi kita nyenengin, ramah, supel, pasti bakal banyak cewek atau cowok yg ngerasa nyaman utk berteman sama kita.

Third, pancarkan kebaikan hati kalian. Pancaran hati yang baik akan secara otomatis di raut wajah kita. Selalu tersenyum dan rela membantu orang lain dengan tulus pasti akan menjadi nilai plus yang akan menutupi kekurangan fisik kita. DIJAMIN!

Fourth, be smart. Jangan samakan makna smart dan nerd. Orang yang smart, belum tentu nerd. Dan orang yang nerd belum tentu smart. Kata smart disini artinya otaknya terisi penuh sama info-info yang lagi up-to-date. Orang yang smart biasanya bakal nyambung aja kalau diajak ngobrol dengan berbagai macam topik. Yang nyebelin itu kalo udah nggak cakep, diajak ngobrol nggak nyambung pula. Bisanya cuma bilang, "ohhh.." dengan ekspresi kosong.

Fifth, bersih. Bersih berarti pandai dalam merawat diri. Penampilan yang bersih dan fresh sangat amat ngebantu buat ngedongkrak wajah yang pas-pasan. Asal bersih dan jauh dari tampilan kucel, tampang pas-pasan pun nggak akan jadi masalah.

So, buat kalian yang sering ngerasa minder hanya karena fisik, itu hal yang sama sekali nggak bener. Sudah saatnya di jaman yang modern ini kita lebih meng-upgrade pola pikir kita menjadi lebih luas dan nggak lagi terkungkung dalam satu anggapan yang salah. Masih banyak hal-hal di luar sana yang lebih penting dari hanya sekedar pesona fisik yang lambat laun akan menua seiring dengan berjalannya waktu.


By: @sherlynfs